Memperbaiki StaVolt yang rusak

0 Comment


Stavolt1

Sudah ada 5 kali saya membeli perangkat elektronik yang berfungsi untuk menstabilkan tegangan listrik PLN yang naik turun untuk keperluan perangkat komputer saya, dan rata rata hampir semua stavolt yang saya beli tersebut semuanya sudah mengalami kerusakan. Suaya sudah mencoba untuk memperbaikinya bahkan sampai dengan memberantas hampir 80% semua part/komponen (transistor, elco, relay dll) yang ada namun tetap tidak membuahkan hasil. Kesulitan saya dalam memperbaiki stavolt tersebut adalah tidak adanya skema yang bisa membantu saya untuk mempelajari cara kerja rangkain yang ada di papan pcb nya. Sampai akhirnya saya menemukan sebuah blog yang mengupas tuntas masalah stavolt termasuk adanya skema rangkaian dari penyetabilnya.

Baik, saya langsung copy paste saja tulisan yang ada di blog tersebut kesini agar sewaktu waktu jika saya atau pengunjung blog ini membutuhkan bisa lebih mudah mencari solusinya. (Tentunya saya sudah minta ijin kepada penulis blog sebelumnya.)

1. Skema Tarfo Model Servo Motor Control ( SMC ) 9 Volt.

Skema Tafo Lama

1a. Skema PCB Servo Motor Control  ( SMC ) 9 Volt.

PCB Lama Part1

PCB Lama Part2

1b. Perkabelan Trafo Model Servo Motor Control 9 Volt.

Trafo Lama

1c. Posisi Motor pada Satvol model Lama.

Posisi Trafo lama

 

2. Skema Trafo Model Servo Motor Control ( SMC ) 12Volt.

Skema Trafo model Baru

2a. Skema PCB Servo Motor Control ( SMC ) 12 Volt.

PCB Baru Part1

PCB Baru Part2

2b. Perkabelan Trafo Servo Motor Control 12 Volt.

Trafo Baru

2c. Posisi Motor pada Stavol model Baru.

Posisi Trafo baru 1

 

3. Perbandingan ukuran Trafo model lama  ( SMC  9 Volt ) dengan model baru ( SMC 12 Volt ).

Trafo Lama vs Baru

 

4. Posisi A, B, K1, dan K2

POS A K1 K2

POS C

 

 

Cara menentukan Pin + ( Positif ) dan – ( Negatif ) pada Motor.

Lepaskan semua kabel yang menempel pada papan SMC. Beri tegangan DC antara 6 volt s/d 9 Volt  pada kabel motor. Perhatikan arah putaran A, pastikan arah nya ke kanan. Kalau arah nya terbalik, tukar polaritas tegangan pada kabel. Jika sudah yakin A berputar ke arah kanan, beri tanda pada kabel yang mendapat polaritas tegangan positif dan kabel yang mendapat tegangan negatif.

Umumnya Trafo Stavol Matsunaga melakukan penguatan tegangan ( Step Up ) ketika A berputar ke arah kiri dan berputar ke arah  kanan saat menurunkan tegangan ( Step Down ). Tapi pada pada tipe tertentu ada juga Trafo Stavol Matsunaga melakukan Step Up ke arah kanan dan Step Down ke arah kiri. Untuk itu dalam menentukan pin polaritas motor, pastikan A berputar ke arah kiri.

Cara menentukan Trafo Stavol Step Up  ke arah kiri atau ke arah kanan.

Pastikan semua kabel yang menempel pada papan SMC, sudah dilepas. Pasang steker Stavol pada colokan listrik, dan hidupkan Stavol. Dengan menggunakan sarung tangan karet, putar secara manual A ke kiri dan ke kanan sambil memperhatikan posisi jarum Volt meter Stavol. Jika jarum Volt meter menunjukkan adanya peningkatan tegangan ketika A diputar ke arah kanan , berarti Step up Trafo ke arah kanan. Sebaliknya kalau saat A diputar ke arah kiri, berarti Step Up Trafo Ke arah kiri.

Menentukan penempatan saklar K1 dan K2.

Saklar K1 dan K2 adalah pembatas gerakan A, dengan cara memutuskan sambungan  G atau D  ke W, ketika A menyentuh saklar K1 atau saklar K2.

Cara praktis menentukan penempatan Saklar K1 dan K2 adalah sebagai berikut :

  1. Pastikan semua kebel terpasang dengan baik pada papan SMC.
  2. Pasang Steker Stavol pada colokan listrik dan hidupkan Stavol.
  3. Saat A bergerak, tekan saklar K1 atau saklar K2,
  4. Jika A berhenti  bergerak ke arah saklar K1 ketika saklar K1 ditekan, berarti pemasangan nya sudah benar. Sebaliknya, jika A berhenti bergerak ke arah saklar K1 ketika saklar K2 yang ditekan. Berarti pemasangan nya terbalik, tukar kabel G dan Kabel D.

 

Fungsi Relay.

Dalam keadaan On, Stavol  selalu melakukan penyesuaian tegangan output secara otomatis se irama dengan perubahan tegangan listrik yang masuk. Jika tegangan yang masuk kurang dari 220 Volt, maka Stavol melakukan penguatan ( Step Up ). Demikian pula sebaliknya, jika tegangan yang masuk lebih dari 220 Volt, maka Stavol melakukan pengurangan ( Step Down ).

Pada saat Stavol dimatikan dalam kondisi tegangan listrik kurang dari 220 Volt, maka Stavol siap digunakan pada pemakaian berikutnya dalam posisi Step Up. Jika pada saat Stavol di On kan kembali,  tegangan listrik dalam kondisi tinggi ( lebih dari 220 Volt ). Maka pada Outlet Stavol akan keluar tegangan yang sangat tinggi. Meski pun kejadian tersebut hanya sesaat ( karena Stavol akan segera melakukan penyesuaian ) tapi cukup membahayakan peranti elektronik yang tersambung ke Stavol.

Untuk itulah Stavol Matsunaga diberi rangkaian pelindung tegangan output,  yang terdiri dari sebuah Relay, dan sejumlah komponen yang berfungsi sebagai perata arus ( Adaptor ).

Pelindung Out put

 

Pada saat Stavol dalam kondisi On, rangkaian ini bertugas menyumbangkan Motor dengan rangkaian pengendali otomatis. Dan ketika Stavol dimatikan, sambungan tersebut diputuskan dan motor disambung kan ke rangkaian adptor. Karena pada rangkaian adaptor terdapat sebuah Elco yang  terus-menerus diberi muatan dengan tanpa beban sedikit pun, maka saat tersambung ke motor, Elco tersebut tersebut masih memiliki tenaga yang cukup kuat  untuk memutar  A dan memastikan Stavol siap digunakan dalam posisi Step Down,  pada penggunaan berikutnya.

Kerusakan Stavol dan cara memperbaikinya:
A. Trafo Stavol bergetar saat dihidupkan. 
  1. Tegangan listrik yang masuk lebih tinggi Voltase nya dari kemampuan Stavol. Periksa saklar penyesuai Voltase yang ada di belakang Stavol, dan pastikan batas tertinggi Voltase yang direkomendasi kan sudah berada di atas Voltase listrik yang akan digunakan.
  2. Saklar penyesuai Voltase pernah dibuka dan salah dalam pemasangan nya. Cek perkabelannya, dan benahi dengan mengikuti skema trafo yang ada di atas.
  3. Trafo Stavol korslet. Cek kondisi fisik kawat emailnya, bila sudah berubah warna menjadi kehitam-hitaman, kemungkinan besar Trafo tersebut sudah hangus dan tak dapat digunakan lagi.

B  hanya bisa berputar ke satu arah saja.

Motor Rusak, Cek dengan memberinya tegangan DC antara 6V s/d 9V.  Bolak – balik polaritas tegangan yang diberikan, dan pastikan motor dapat berputar ke kanan kiri dengan lancar. Bila motor hanya bisa berputar ke satu arah saja, itu berarti motor sudah rusak ganti dengan yang baru.

  1. Ada Transistor pada rangkaian SMC yang jebol, Uji satu persatu dengan menggunakan Ohm Meter. Ada baiknya sebelum di uji, cabut terlebih dahulu Transistor tersebut  dari papan SMC, agar hasil pengujian nya meyakinkan.
  2. Saklar K1 atau K2 rusak. K1 dan K2 adalah Saklar tipe Push-Button (NC)  yang berfungsi memutuskan sambungan ketika ditekan, dan menghubungkan sambungan saat tidak ditekan. Cek kondisi nya dengan menggunakan Ohm meter X1.

Demikian. Semoga ada manfaatnya. Sumber artikel saya ambil dari http://mrhbelectronicservice.blogspot.co.id/2013/02/bedah-stavol-matsunaga.html

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *