Share Pengalaman Mutasi Kendaraan Roda 4

2 Comments

Selama ini soal bayar Pajak Kendaraan Bermotor saya tidak pernah ada kendala, Untuk motor yang atas nama saya sendiri dengan mudah kita bisa bayar di “drvie true”. Prosesnya super simple tinggal menuju loket, kasih STNK dan KTP dan bayar beres. Sedangkan untuk motor yang masih belum atas nama saya biasanya saya kontak temen yang kerja di samsat untuk nitip saja meskipun ada sedikit biaya tambahan 50 ribu untuk biaya “tembak KTP” dan uang rokok untuk temen tersebut.

Nah kali ini sedikit cerita pengalaman tentang Mutasi kendaraan roda 4 dari wilayah Sidoarjo ke kota saya di Lamongan.

Cerita ini saya awali dengan proses pembelian kendaraan roda 4 jenis sedan di kota Sidoarjo 1 tahun yang lalu.
Surat2 kendaraan STNK dan BPKB lengkap semua dan tidak ada tunggakan apapun, Di STNK dan BPKB juga tertera pemilik adalah atas nama penjual (barang pribadi, bukan calo, makelar, showroom jual beli dan sejenisnya).
Hanya saja ada sedikit yang kurang sreg soal mobil tersebut, yakni nomor polisi yang tertera di STNK dan Plat nomor saya lihat sama sekali tidak tertulis di BPKB.
Untuk hal ini langsung saya crosscek ke pihak samsat bersama dengan si pemilik untuk memastikan keabsahan dokumen mobil tersebut, Dan oleh pihak samsat dinyatakan tidak ada masalah, hal tersebut hanya karena entah kelalaian atau entah apa sehingga pihak samsat belum menuliskan pergantian nopol terakhir di lembar BPKB. Saya justru berfikir jangan2 ketika proses pergantian nopol, pihak pemilik masih memiliki hutang terhadap bank dan BPKB tersebut masih dalam masa jaminan kredit hehehehe. ­čśÇ

Next setelah genap setahun akhirnya awal September kemarin saya ke samsat Sidoarjo untuk proses cabut berkas. Adapun prosesnya adalah seperti ini;

  1. Siapkan BPKB, STNK dan KTP
  2. Sesampai di samsat langsung saja ke tempat foto copy dan langsung bilang mau cabut berkas. Yang bagian foto copy sudah tau persis apa apa yang dibutuhkan sehingga semua formulir, map, matrei dan segala sesuatunya akan langsung disediakan. Biaya foto copy saya habis 15 ribu.
  3. Selanjutnya menuju loket PENDAFTARAN. Mereka periksa sebentar kemudian kita disuruh menuju bagian CEK FISIK.
  4. Bawa kendaraan kita ke bagian CEK FISIK┬ádan serahkan berkas yang dikasih oleh loket pendaftaran. Di bagian ini ada petugas sendiri yang akan menggesek nomor rangka dan nomor mesin kendaraan kita. Karena petugas tersebut┬áramah sekali dan dengan senang hati menjawab ketika saya sedikit nanya2 apalagi dan bagaimana proses selanjutnya, maka saya kasih tips 10 ribu┬á(semoga gak dianggap mencoba melakukan penyuapan) ­čśÇ
  5. Selesai dari bagian cek fisik kita kembalikan berkasnya ke LOKET PENDAFTARAN lagi. Selanjutnya bagian pendaftaran akan memberikan stempel dan hal hal lainnya.
  6. Lanjut dari sini kita akan disuruh menuju GUDANG ARSIP/BERKAS. Nah di bagian gudang ini saya harus menunggu lumayan lama. Saya nyampai samsat sekitar jam 10 pagi dan sampai jam 12 siang baru urusan berkas di gudang ini baru kelar.
  7. Setelah berkas sudah kita ambil dari gudang tersebut, selanjutnya kita menuju LOKET MUTASI. Dibagian ini diperiksa sebentar, gak sampai 5 menit selanjutnya kita disuruh ke bagian CEK FISKAL.
  8. Di bagian CEK FISKAL ini kembali berkas kita diperiksa dan entah bagian apa lagi yang perlu diketik, ditambahi, diisi dan entah apa lagi karena semua yang mengerjakan adalah petugas samsat sendiri, kita hanya bawa berkas kesana dan kemari.
  9. Selesai dari bagian cek Fiskal kita disuruh kembali ke LOKET MUTASI. Nah disini saya sempat harus sedikit harus berdebat dengan petugasnya karena mereka sudah tidak mau menerima berkas tersebut karena menurut mereka sudah JAM TUTUP. Alamaaaaakkkk.
    Jam operasional samsat adalah jam 08.00 s/d 13.00. Dan ketika saya mau menyerahkan berkas terakhir tersebut jam sudah menunjukkan pukul 13.15 sehingga mereka sudah tidak mau menerima layanan publik lagi. Akhirnya dengan “percakapan” yang sedikit memelas ala memaksa secara halus, berkas tersebut mereka terima.
  10. Terakhir kita akan diberi selembar surat jalan yang juga berfungsi sebagai surat pengambilan berkas nanti jika sudah selesai. Yakni 3 minggu setelahnya saya harus kembali lagi ke samsat tersebut untuk mengambil berkas keseluruhan dokumen mobil kita. Biaya mutasi keluar di loket ini adalah 75 ribu.

Jadi untuk gambaran alurnya adalah:

Foto copy – Loket Pendaftaran – Cek Fisik – Balik ke Loket Pendaftaran lagi – Gudang – Loket Mutasi – Loket Cek Fiskal – Kembali lagi ke Loket Mutasi

Selesai. Silahkan tunggu sekitar 3 minggu.

NEXT STORY.

5 Oktober 2015 sesuai jadwal pengambilan berkas, saya menuju ke samsat sidoarjo lagi untuk mengambil berkas tersebut di bagian Loket Mutasi. Tidak sampai 10 menit berkas sudah di tangan dan siap diberangkatkan ke samsat tujuan yakni Lamongan.

6 Oktober 2015 jam 9 pagi saya menuju samsat Lamongan untuk memasukkan berkas tersebut.
Langsung menuju ke Loket Pendaftaran tapi oleh mereka saya langsung disuruh ke Loket Mutasi untuk menyerahkan berkas tersebut.
Di loket mutasi ini saya menunggu sekitar 45 menit sampai akhirnya saya diberitahu bahwa ada syarat yang belum terpenuhi yakni nopol terakhir belum ditulis di BPKB oleh samsat asal(Sidoarjo) sehingga samsat tujuan (Lamongan) tidak mau menerima berkas tersebut dan menyuruh saya kembali lagi ke samsat Sidoarjo untuk mengurus hal tersebut…. Whoooooottttttt….

8 Oktober 2015 pukul 06.00 pagi saya kembali meluncur ke samsat sidoarjo. Nyampe sana tepat jam 08.00 pagi.
Nunggu sekitar 5 menit loket mutasi sudah buka dan langsung saya sampaikan masalah penulisan nopol tersebut. Plus saya ngomong “Tolong Dicek lagi mas biar nanti tidak ada berkas lain yang ketinggalan biar saya gak bolak balik lagi mas”
Petugas loket tersebut bilang “Kalau berkasnya dari sini sudah lengkap semua Pak, tapi kalau penulisan nopol seperti ini tidak diterima disana ya bukan salah kita” … Hmmmmhhh… “emboh wes mumet otakku… pokoknya saya berharap segera beres saja”┬ádalam hati saya saja ­čśÇ

Maklum bro Dari Lamongan ke Sidoarjo rutenya adalah melewati kota Surabaya, Dan seperti kita tahu Surabaya macetnya sudah kaya jakarta. Apalagi musim panas seperti ini kena macet..  kepala dijamin cekot2, tangan dan kaki biarpun pakai jaket tetap terasa kaya dipanggang, bawa mobilpun kalau AC tidak nyusss malah serasa kita berada dalam mesin oven roti panggang.

Next… di loket mutasi ini saya nunggu sekitar 15 menit, kemudian nama saya dipanggil dan katanya penulisan nopol sudah selesai dikerjakan oleh mereka.
Untuk memastikan biar saya tidak riwa riwi lagi Lamongan – Sidoarjo, maka saya ambil inisiatif nelpon ke nomor petugas samsat lamongan bagian mutasi yang kemarin menolak berkas ini di lamongan. Saya tau nomornya karena diberkas tersebut ada selembar kertas yang berisi pesan orang tersebut ke pihak samsat sidoarjo perihal penulisan nopol. Dan di selembar kertas tersebut ada nama dan nomor HP orang tersebut.
Saya telpon menyampaikan bahwa saya sudah di samsat sidoarjo sekaligus menanyakan apalagi yang perlu dikoreksi.
Ketika saya menelpon tersebut petugas samsat sidoarjo bertanya “itu sampean telpon ke┬ásamsat lamongan sana ya pak?” ketika saya jawab iya.. maka selanjutnya petugas samsat sidoarjo (bagian loket mutasi keluar) yang selanjutnya berbicara dan menjelaskan ke pihak samsat Lamongan.

Tapi apalah daya…. ternyata pihak samsat lamongan ngotot meminta syarat penulisan nopol harus sesuai dengan aturan yang ada di Lamongan. Sampai pihak samsat sidoarjo sendiri heran dan bilang ke saya bahwa harusnya semua syarat ini sudah beres. Tapi entah kenapa samsat sidoarjo dan samsat lamongan bisa beda2 kebijakannya.
Samsat lamongan mengharuskan penulisan nopol terakhir harus berada di lembaran BPKB tersendiri dan harus ditanda tangani kanit (entah kanit apaan). Nah soal tanda tangan ini yang kembali harus menyita waktu karena kanit tidak selalu berada di samsat.

Begitulah sampai saya menulis cerita ini proses cabut berkas, mutasi dan balik nama masih saja belum selesai.

Warga Negara yang baik adalah warga yang taat bayar pajak.┬áSaya sudah berusaha minimal memenuhi kewajiban saya untuk bayak pajak kendaraan bermotor.tepat waktu.┬áTapi selama birokrasi dan administrasi samsat terus seperti ini, maka slogan “jangan pakai calo” sebaiknya jangan anda percaya. Lebih baik tetap pakai jasa BIRO JASA saja karena meskipun cenderung jauh lebih mahal, tapi anda sangat hemat waktu, hemat tenaga dan bahkan mungkin juga hemat biaya... Lah itu lihat saja berapa biaya bensin saya untuk pulang pergi Lamongan – Sidoarjo yang saat ini sudah 3 kali dan nantinya pasti 4 kali. 100ribu x 4 = 400ribu untuk bensin mobil. Kalau bawa motor paling tidak 20×4= 80ribu. (angka minimal)

UPDATE:

Kamis 15 Oktober 2015, akhirnya saya dihubungi melalui sms oleh pihak samsat sidoarjo menginformasikan bahwa berkas saya sudah siap diambil.
Jam 11 siang saya meluncur ke Sidoarjo untuk mengambil berkas tersebut dan sampai di samsat jam 13.00. Tidak butuh waktu lama, hanya beberapa detik berkas sudah ditangan saya. Karena mereka berkenan menghubungi saya dan mengabari bahwa berkas saya sudah beres, maka sebagai pengganti pulsa, saya kasih tips 20 rebu xixixixi semoga gak dianggap menyuap.

Sabtu 17 Oktober 2015 jam 07.30 pagi saya sudah meluncur ke samsat Lamongan dan langsung menuju LOKET MUTASI. Sayangnya meskipun loket loket lain sudah pada buka, tapi loket ini masih tertutup rapat dan baru dibuka tepat jam 08.10 pagi. Itupun baru karyawan biasa yang membukanya. Bukan petugas khusus yang melayani.
Beruntunglah meskipun hanya karyawan biasa namun dia cukup cekatan menerima berkas yang saya serahkan Dan atas sarannya juga saya langsung disuruh menuju bagian cek fisik untuk melengkapi berkas tersebut. Dan proses selengkapnya adalah seperti berikut;

  1. Menuju LOKET MUTASI untuk pemeriksaan kelengkapan semua berkas. Disini saya menunggu cukup lama hampir 1 jam. karena petugasnya datang tepat jam 09.00.
  2. Setelah dianggap sudah beres semua kita lanjut ke bagian CEK FISIK. Jangan lupa selesai digesek nomor mesin dan nomor rangka, kita harus ke loketnya untuk minta tanda pengesahannya. Di bagian ini saya males ngasih tips soalnya petugas bagian lapangan gak ada senyumnya sama sekali hahahaha
  3. Berikutnya kita sudah bisa melakukan pendaftaran. Nah kalau pendaftaran ketika cabut berkas di Sidoarjo sama sekali tidak ada biaya daftar, maka di bagian LOKET PENDAFTARAN berkas masuk di samsat lamongan ini dikenakan biaya Rp. 225.000. ┬áProses 1 – 3 ini sebenarnya tidak harus berurutan seperti itu, kita bisa saja langsung menuju loket pendaftaran sebagai langkah pertama. Namun kalau misal berkas yang akan kita serahkan nanti ditolak oleh bagian mutasi maka rasanya rugi juga kan kalau terlanjur daftar tapi urusan belum kelar hari itu juga.
  4. Selanjutnya saya disuruh menuju ruang utama bagian pelayanan samsat. saya langsung menuju bagian informasi dan diarahkan menuju bagian PERMOHONAN.
  5. Taruh berkas di bagian permohonan. Oleh mereka selanjutnya kita diberi selembaran kertas untuk mengisi data data mobil kita seperti Merk, Type, Jenis BBM dan sebagainya. Sepertinya data2 ini akan digunakan untuk keperluan penulisan data di STNK. Ada ada saja… padahal semua data2 kan sudah ada di berkas yang kita bawa. Oh ya jangan lupa sebaiknya anda juga melengkapi berkas tersebut dengan copy kartu keluarga. Karena kemarin saya juga ditanya soal KK tersebut dan memang saya ndak membawa kartu keluarga, Lagi pula apa hubungannya surat surat kendaraan bermotor dengan kartu keluarga..?? kaya mau ngurus nikah saja ­čśŤ
    Untunglah meskipun tidak membawa KK pihak samsat bersedia mempermudah dengan cara saya diminta menuliskan daftar nama nama keluarga saya di secarik kertas.
  6. Lanjut dengan proses menunggu kembali dengan waktu yang lumayan lamaaaaaaaaa.. sampai saya dipanggil bagian KASIR dan harus membayar senilai Rp 1.548.000 untuk Biaya Balik Nama (BBN) dan pajak. dan dari sini saya sudah memperoleh selembar STNK baru atas nama saya sendiri. Horeeeeee ­čśÇ
  7. Selanjutnya saya disuruh ke loket sebelahnya yakni Loket PENGESAHAN. Disini saya menunggu lagi sekitar 15 menit sampai dipanggil lagi dan dikasih bonus plastik pembungkus STNK ­čśÇ
  8. Lanjut kita disuruh kembali lagi ke bagian LOKET MUTASI lagi untuk menyerahkan berkas kita tadi. di loket ini untuk terakhir kalinya kita harus membayar biaya Rp 125.000 dan diberitahu bahwa BPKB baru selesai kira kira 6 bulan lagi. Artinya BPKB baru bisa kita ambil 6 bulan kedepan.
  9. Lanjut.. saya disuruh menuju bagian PLAT NOMOR POLISI untuk mengambil jatah plat nopol saya. Dan seperti yang saya duga, plat khusus kendaraan roda 4 stoknya sedang kosong sehingga STNK saya hanya diberi stempel khusus sebagai pertanda soal keterlamabatan plat tersebut. Infonya plat baru ready sekitar bulan Desember. Dan oleh mereka saya disarankan untuk sementara membeli plat nomor tersendiri di luar… hayyahhhhh duit extra dong ­čÖü harga plat kualitas biasa saja diluar 60 ribu loh.. hemhhh.. ya wes lah ndak masalah yang penting urusan mutasi ini sudah kelar hari ini.
  10. Selesai bro.. Selamat mobil kita sudah resmi menjadi istri kedua kita. ­čśÇ

 

Kesimpulan yang bisa saya ambil dari proses mutasi ini adalah:

  • Sebenarnya tidak sulit kalau kita berani atau minimal mau meluangkan waktu untuk menurus sendiri alias tidak memakai jasa calo atau jasa biro. Hanya faktor sedikit ribet waktu dan repot tenaga saja karena harus bolak balik minimal 2 x dalam waktu 2 sampai 3 minggu ke samsat awal.
  • Sebagai pembanding, beberapa teman yang kendaraannya se-tipe dengan mobil saya ketika melakukan proses mutasi menggunakan biro jasa rata rata habis biaya 3,5 juta. Sedangkan saya yang melakukan proses pengurusan sendiri menghabiskan dana sekitar (sebenarnya kurang dari) 2 juta. Kalaupun saya akumulasikan dengan biaya transport dan biaya2 lain maka biaya total tidak sampai 2,5 juta. Jadi silahkan dipertimbangkan, mau urus sendiri dan menghemat biaya sekitar 1 juta tapi lumayan menyita waktu atau silahkan gunakan biro jasa sehingga kita tetap bisa beraktifitas dan bekerja seperti biasa dan langsung terima beres saja.
  • Antara Samsat Sidoarjo dan Samsat Lamongan, menurut saya pelayanannya masih lebih menyenangkan samsat sidoarjo. Di samsat Lamongan hanya karyawan bagian kasir dan bagian pengesahan saja yang sikapnya ramah. bagian yang lain sikapnya pada dingin.
  • Kinerja samsat masih sangat lamban dan terlalu “mbulet” bin ribet dalam memberikan layanan publik. Khususnya untuk administrasi seperti urusan mutasi ini.

1. Untuk cabut berkas saja minimal kita harus bolak balik sampai 2 kali, dan itupun kita harus menunggu selama berminggu minggu. Entah seperti apa kesulitan pihak gudang berkasnya samsat sehingga untuk mencari berkas saja butuh waktu sebegitu lama. Apakah tidak ada semacam “katalog” yang memudahkan petugas arsip untuk mencari berkas? Ataukah memang terlalu banyaknya antrian masyarakat yang sedang mencabut┬áberkas? kalaupun iya .. kenapa tidak mencoba menambah jumlah pegawai atau bila perlu cari pegawai honorer yang bisa bekerja lembur. Harusnya segala upaya tetap diupayakan demi memberikan layanan terbaik ke publik. Jangan hanya karyawan yang bertugas sebagai penagih pajak yang mengirimkan surat tunggakan dan surat peringatan keterlambatan ke rumah wajib pajak saja yang diperbanyak.

2. Proses cabut dan memasukkan berkas ke samsat juga menurut saya terlalu ribet. Wajib pajak harus ke loket sana ke loket sini dan di masing masing loket harus sabar menunggu. Kenapa alur prosesnya tidak dibuat seperti mesin industri, Yakni ketika ada publik yang membutuhkan layanan “A” misalnya, Dia cukup masuk ke 1 atau 2 loket saja kemudian langsung antri menunggu di loket terakhir. Seperti contohnya proses cabut berkas, cukup masuk ke loket pendaftaran dilanjut ke bagian cek fisik dan setelah itu semua urusan tetek bengeknya langsung pihak samsat sendiri yang memproses alurnya, misal loketnya dibuat berjejer saja sehingga berkas dari loket 1 bisa langsung menuju loket 2, loket 3 dan seterusnya┬átanpa harus meminta si pencabut berkas untuk antar kesana antar kemari dan lagi lagi harus antri sana antri sini. Amat sangat tidak praktis, tidak efektif dan tidak efisien.

Ini hanyalah pendapat pribadi dari orang awam seperti saya. Dalam prakteknya mungkin banyak hal lain yang saya tidak mengerti dan tidak semudah yang saya bayangkan. Dan mungkin juga pihak samsat sendiri sudah berusaha semaksimal mungkin dalam upayanya memberikan layanan terbaiknya. ENTAHLAH ­čśŤ

2 thoughts on “Share Pengalaman Mutasi Kendaraan Roda 4”

  1. abenk berkata:

    bagus om cerita nya.. bntar lagi saya juga mau cabut berkas dari Jakarta ke jatim tujuan bojonegoro.

  2. Fadholi berkata:

    Ok om trims sudah mampir. Tapi kayae kalau cabut berkas dari Jakarta idealnya tetep pakai biro jasa om hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *