Tradisi main MERCON di bulan Ramadhan

0 Comment


polresta-razia-petasan_fullBesok sudah mulai masuk kembali bulan Ramadhan.

Satu kebiasaan “nyleneh” yang nyaris tidak luput di bulan Ramadhan adalah tradisi main petasan.

Kadang saya berfikir, kenapa selalu ada dan marak sekali dunia petasan ini di bulan Ramadhan..?? mungkinkah seperti ini alasannya:

1. Petasan adalah salah satu media dalam berpesta.

Lihat saja setiap event2 yang mengusung acara pesta. mulai dari acara pernikahan, pergantian tahun baru, peresmian gedung dan sebagainya biasanya selalu ada acara pesta petasan yang dalam bahasa halusnya mereka menyebut kembang api.

Nah disinilah posisi kaum muslim menyambut kedatangan bulan ramadhan sebagai tanda pesta kemeriahannya juga dengan main petasan.

2. Mercon sebagai tanda sahur, imsak dan berbuka puasa.

Loh….??? iya … ini hanya asumsi saya saja, karena dari cerita2 orang dulu, sebelum ada Televisi dan media2 yang lain, para pemuka agama memberikan semacam tanda bahwa sudah saatnya berbuka puasa adalah dengan menyalakan petasan yang mempunyai daya ledak(bunyi yang keras) sehingga didengar sampai seantero desa/kota.┬áDan cara ini di beberapa daerah masih ada yang melakukannya.

Ada kejadian yang sempat membuat saya geleng2 kepala.

Sekitar 3 tahun yang lalu, pas malam Idul Fitri saya mendengar ada orang di kampung sebelah yang menghabiskan uang 8 Juta hanya untuk beli dan main petasan. (buset dah)… Niat hati tidak ingin berburuk sangka, tapi kata hati tetap tidak bisa dibohongi. Pikir saya pasti orang tersebut niatnya cuma ingin pamer bahwa dia duitnya banyak :D. Maklum habis merantau di kota, lebaran pulang kampung, apalagi kalau bukan niatnya biar tetangganya bisa lihat dia sudah sukses dan banyak duit kerja di kota ­čśŤ

Anehnya selang beberapa hari berikutnya saya juga dengar berita serupa tapi tak sama. Di kampung yang lain juga ada yang sampai menghabiskan duit 17 juta hanya untuk pesta mercon…. alamaaaaaakkkkk.

Tapi yang ini sedikit bisa dimaklumi karena petasan tersebut  memang ditujukan menyambut datangnya Idul Fitri sekaligus sebagai pembukaan akan segera dibangun masjid di kampung tersebut. Saya bisa memaklumi (meskipun sedikit menyayangkan kok gak sayang duit ya) karena yang membangun masjid tersebut adalah Milyarder kota yang dengar2 memang sudah ada nazar.

Lepas dari itu semua, Apa tidak ada cara lain menyambut datangnya bulan suci dengan suka cita tanpa main petasan??.. apa sih manfaat petasan…?? Yang saya rasakan sama sekali tidak ada manfaat, yang ada justru mudhorotnyaTidak usah menyebut terlalu tinggi dampak negatif dari mercon. Dampak negatif yang masih kategori ringan adalah mengagetkan orang dan mengganggu ketertiban umum. Betapa tidak… lah wong malam2 waktunya orang tidur di waktu sepi tau2 ada suar dar der dor… belum lagi kalau lagi di jalan tau2 ada yang bunyikan mercon tepat di sebelah… bahkan saya sendiri pernah ada yang tau2 mercon mainan anak kecil itu meluncur tepat di bawah sepeda yang saya bawa…. hadoooohhhh….

 

Saya juga pernah jadi anak kecil… saya juga pernah muda (sekarang juga masih muda sih :P) saya juga pernah mainan mercon. Tapi tidak seperti sekarang…. dulu saya dan teman2 buat mercon sendiri dari bubuk mercon kemudian dibungkus pakai kertas koran dan kertas karung semen sampai segede kaleng susu. Dan kalau main petasan bukan di perumahan… tapi tau tempat. Cari tempat yang auh dari perkampugan.. entah itu di sawah atau di jalan2 yang jauh dari rumah penduduk… Dan hebatnya di tahun2 itu kemudian pemerintah setempat melalui kepolisian kemudian meberlakukan dilarang main petasan. Mungkin terjadi pro dan kontra sehingga akhirnya kembali petsan halal dijual dan dimainkan kembali sampai sekarang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *